TAHUKAH KAMU APA ITU ASMA?

     Asma merupakan gangguan peradangan kronis pada saluran udara yang menyebabkan hambatan aliran udara dan gegala seperti mengi, sesak napas, sesak dada, dan batuk. dibagi menjadi 2 yaitu kronik dan akut. Pada asma kronik gejalanya seperti dispnea, sesak dada, batuk (terutama pada malam hari), mengi atau bersiul saat bernafas. Pasien datang dengan gejala intermiten gangguan ringan yang tidak memerlukan obat atau hanya inhalasi kerja Short Acting β2-Agonis untuk gejala kronis yang parah. Pada asma akut gejalanya seperti edema, akumulasi lendir dan bronkospasme yang parah. Tindakan Short Acting β-Agonis (Non selektif).

 

Etiologi Asma

Obstruksi jalan napas pada asma disebabkan oleh:

a. Kontraksi otot sekitar bronkus sehingga terjadi penyempitan napas.

b. Pembengkakan membrane bronkus

c. Bronkus berisi mucus yang kental

Adapun faktor predisposisi pada asma yaitu:

a.      Genetik

Diturunkannya bakat alergi dari keluarga dekat, akibat adanya bakat alergi ini penderita sangat mudah terkena asma apabila dia terpapar dengan faktor pencetus.

Adapun faktor pencetus dari asma adalah:

a. Alergen Merupakan suatu bahan penyebab alergi. Dimana ini dibagi menjadi tiga, yaitu:

1) Inhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan seperti debu, bulu binatang, serbuk bunga, bakteri, dan polusi.

2) Ingestan, yang masuk melalui mulut yaitu makanan dan obat-obatan tertentu seperti penisilin, salisilat, beta blocker, kodein, dan sebagainya.

3) Kontaktan, seperti perhiasan, logam, jam tangan, dan aksesoris lainnya yang masuk melalui kontak dengan kulit.

b. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan terutama disebabkan oleh virus. Virus Influenza merupakan salah satu faktor pencetus yang paling sering menimbulkan asma bronkhial, diperkirakan dua pertiga penderita asma dewasa serangan asmanya ditimbulkan oleh infeksi saluran pernapasan.

b.     Perubahan cuaca

Cuaca lembab dan hawa yang dingin sering mempengaruhi asma, perubahan cuaca menjadi pemicu serangan asma.

c.      Lingkungan kerja

Lingkungan kerja merupakan faktor pencetus yang menyumbang 2-15% klien asma. Misalnya orang yang bekerja di pabrik kayu, polisi lalu lintas, penyapu jalanan.

d.     Olahraga

Sebagian besar penderita asma akan mendapatkan serangan asma bila sedang bekerja dengan berat/aktivitas berat. Lari cepat paling mudah menimbulkan asma

e.      Stress

Gangguan emosi dapat menjadi pencetus terjadinya serangan asma, selain itu juga dapat memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma harus segera diobati penderita asma yang mengalami stres harus diberi nasehat untuk menyelesaikan masalahnya.


Patofisiologi Asma

Patofisiologi dari asma yaitu adanya faktor pencetus seperti debu, asap rokok, bulu binatang, hawa dingin terpapar pada penderita. Benda- benda tersebut setelah terpapar ternyata tidak dikenali oleh sistem di tubuh penderita sehingga dianggap sebagai benda asing (antigen). Anggapan itu kemudian memicu dikeluarkannya antibodi yang berperan sebagai respon reaksi hipersensitif seperti neutropil, basophil, dan immunoglobulin E. Masuknya antigen pada tubuh yang memicu reaksi antigen akan menimbulkan reaksi antigen-antibodi yang membentuk ikatan seperti key and lock (gembok dan kunci). Ikatan antigen dan antibodi akan merangsang peningkatan pengeluaran mediator kimiawi seperti histamin, neutrophil chemotactic show acting, epinefrin, norepinefrin, dan prostagandin. 

Peningkatan mediator kimia tersebut akan merangsang peningkatan permiabilitas kapiler, pembengkakan pada mukosa saluran pernafasan (terutama bronkus). Pembengkakan yang hampir merata pada semua bagian pada semua bagian bronkus akan menyebabkan penyempitan bronkus (bronkokontriksi) dan sesak nafas. Penyempitan bronkus akan menurunkan jumlah oksigen luar yang masuk saat inspirasi sehingga menurunkan oksigen yang dari darah. kondisi ini akan berakibat pada penurunan oksigen jaringan sehingga penderita pucat dan lemah. Pembengkakan mukosa bronkus juga akan meningkatkan sekret mucus dan meningkatkan pergerakan sillia pada mukosa. Penderita jadi sering batuk dengan produksi mucus yang cukup banyak.



Terapi Farmakologis

a. β2-agonis

  • Agonis β2 kerja pendek adalah bronkodilator yang paling efektif. Aerosol meningkatkan bronkoselektivitas dan memberikan respon yang lebih cepat dan perlindungan yang lebih besar.
  • Albuterol dan short acting β2-agonis inhalasi lainnya diindikasikan untuk bronkospasme intermiten dan merupakan pengobatan pilihan untuk akut.
  • Formoterol dan salmeterol merupakan Long acting β2 agonis yang dihirup untuk kontrol jangka panjang tambahan untuk pasien dengan gejala yang sudah menggunakan kortikosteroid inhalasi. Biasanya digunakan pada asma kronik dan asma noktural.

b. Kortikosteroid

  • Kortikosteroid inhalasi adalah terapi kontrol jangka panjang yang disukai untuk asma kronik karena potensi dan efektivitas yang konsisten, satu-satunya terapi terbukti mengurangi risiko kematian akibat asma.
  • Terapi harus dimulai dengan dosis serendah mungkin, jika diakhiri dengan dosis tinggi maka penghentiannys dengan titrasi dosis.
  • Dexamethason memiliki efektivitas inflamasi paling tinggi dan durasi serta eliminasi yang tinggi jika dibandingkan dengan prednison, metil prednisolon maupun hidrokortison.

c. Antikolinergik

  • Antikolinergik adalah bronkodilator tetapi tidak seefektif agonis β2. Antikolinergik bekerja dengan cara menipiskan tetapi tidak menghalangi alergen. Waktu untuk mencapai bronkodilatasi maksimum dari ipratropium aerosol lebih lama dibandingkan dari agonis β2 kerja pendek aerosol, namun onsetnya lebih cepat antikolinergik.
  • Ipratropium bromide dan tiotropium bromide hanya menghasilkan bronkodilatasi bronkokonstriksi yang dimediasi kolinergik.

d. Terapi obat lainnya

Terapi obat yang lain seperti cromolyn (stabilisasi sel mast) masih kurang efektif jika dibandingkan dengan golongan beta agonis. Zafirlukast (accolate) dan montelukast (singulair) adalah antagonis reseptor leukotrien oral yang mengurangi proinflamasi efek bronkokronstriksi leukotrien D4. Namun kurang efektif daripada kortikosteroid inhalasi dosis rendah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: Pengenalan Penggolongan Obat Pada Siswa-Siswi SD N 1 Dono Tulungagung

Kumpulan Soal Try Out UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker) Bagian 1

Kumpulan Soal Try Out UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker) Bagian 2