FASE MENSTRUASI BESERTA SIKLUSNYA

Oleh: apt. Astry, S. Farm., M. Farm.

 

Definisi Menstruasi

 

qProses keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena luruhnya dinding Rahim dari bagian dalam yang mengandung banyak pembuluh darah karena sel telur yang tidak di buahi
 
qProses menstruasi dapat terjadi dikarenakan sel telur pada organ wanita tidak dibuahi, hal ini menyebabkan endometrium atau lapisan dinding rahim menebal dan menjadi luruh yang kemudian akan mengeluarkan darah melalui saluran reproduksi wanita
 
qNormal siklus menstruasi adalah 21 hari sampai 35 hari yang ditandai dengan keluarnya darah sebanyak 10 hingga 80 ml perhari
 
qMenstruasi atau haid yang terjadi dengan siklus lebih dari 35 hari termasuk kategori siklus yang tidak normal, hal ini terjadi karena banyak penyebab seperti keadaan hormon yang tidak seimbang, stres, penggunaan KB, atau karena tumor

 

Anatomi system reproduksi wanita

 


 

 

Fase-fase yang terjadi selama siklus menstruasi

 

a.Fase Menstruasi

Fase menstruasi adalah fase pertama dalam siklus menstruasi. Fase ini biasanya berlangsung dari hari pertama hingga hari kelima. Fase menstruasi ditandai dengan peluruhan lapisan rahim dari vagina ketika tidak terjadi pembuahan pada sel telur. Umumnya, pendarahan pada fase ini terjadi selama tiga hingga lima hari. Namun, jika terjadi hanya dua hingga tujuh hari, kondisi tersebut masih tergolong normal. Pada fase ini, wanita biasanya akan merasakan nyeri akibat kontraksi pada rahim saat terjadi peluruhan.


Perkembangan folikel pada siklus menstruasi

 

 

 

b. Fase folikuler

Tahapan ini terjadi sejak hari pertama menstruasi sampai memasuki fase ovulasi. Di tahapan ini, ovarium memproduksi folikel yang berisi sel ovum atau sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian menyebabkan endometrium makin tebal. Fase ini terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah siklus menstruasi. Umumnya, lama waktu yang dihabiskan pada tahapan ini akan menentukan berapa lama siklus menstruasi seorang wanita nantinya akan berlangsung

 

qBerikut ini hal-hal yang terjadi selama fase folikuler:

  1) Follicle stimulating hormone (FSH, hormon perangsang folikel) dan luteinizing hormone (LH, hormon   pelutein) dilepaskan oleh otak menuju ke ovarium untuk merangsang perkembangan sekitar 15-20 sel telur   di dalam ovarium. Telur-telur itu berada di dalam kantungnya masing-masing yang disebut folikel.

 

  2) Hormon FSH dan LH juga memicu peningkatan produksi estrogen.

 

  3) Peningkatan level estrogen menghentikan produksi FSH. Keseimbangan hormon ini membuat tubuh bisa   membatasi jumlah folikel yang matang

 

  4) Saat fase folikuler berkembang, satu buah folikel di dalam salah satu ovarim menjadi dominan dan terus   matang. Folikel dominan ini menekan seluruh folikel lain kelompoknya sehingga yang lain berhenti tumbuh   dan mati. Folikel dominan akan terus memproduksi estrogen.

 

c. Fase ovulasi biasanya dimulai sekitar 14 hari setelah fase folikuler. Fase ini adalah titik tengah dari siklus menstruasi, dengan periode menstruasi berikutnya akan dimulai sekitar 2 minggu kemudian. Peristiwa di bawah ini terjadi di fase ovulasi:
 

  1) Peningkatan estrogen dari folikel dominan memicu lonjakan jumlah LH yang diproduksi oleh otak sehingga memyebabkan folikel dominan melepaskan sel
telur dari dalam ovarium.

 

  2) Sel telur dilepaskan (proses ini disebut sebagai ovulasi) dan ditangkap oleh ujung-ujung tuba fallopi yang mirip dengan tangan (fimbria). Fimbria kemudian menyapu telur masuk ke dalam tuba fallopi. Sel telur akan melewati tuba Fallopi selama 2-3 hari setelah ovulasi.

 

  3) Selama tahap ini terjadi pula peningkatan jumlah dan kekentalan lendir serviks.Jika seorang wanita melakukan hubungan intim pada masa ini, lendir yang kental akan menangkap sperma pria, memeliharanya, dan membantunya bergerak ke atas menuju sel telur untuk melakukan fertilisasi.

 

d. Fase luteal dimulai tepat setelah ovulasi dan melibatkan proses-proses di bawah ini: 
 
1) Setelah sel telur dilepaskan, folikel yang kosong berkembang menjadi struktur baru yang disebut dengan corpus luteum.

 

2) Corpus luteum mengeluarkan hormon progesteron. Hormon inilah yang mempersiapkan uterus agar siap ditempati oleh embrio.

 

3) Jika sperma telah memfertilisasi sel telur (proses pembuahan), telur yang telah dibuahi (embrio) akan melewati tuba fallopi kemudian turun ke uterus untuk melakukan proses implantasi. Pada tahap ini, si wanita sudah dianggap hamil.

 

  4) Jika pembuahan tidak terjadi, sel telur akan melewati uterus, mengering, dan meninggalkan tubuh sekitar 2 minggu kemudian melalui vagina. Oleh karena dinding uterus tidak dibutuhkan untuk menopang kehamilan, maka lapisannya rusak dan luruh. Darah dan jaringan dari dinding uterus pun (endometrium) bergabung untuk memebentuk aliran menstruasi yang umumnya berlangsung selama 4-7 hari


 

Siklus Menstruasi

 


 

 

 SEMOGA BERMANFAAT

THANKYOU !!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: Pengenalan Penggolongan Obat Pada Siswa-Siswi SD N 1 Dono Tulungagung

Kumpulan Soal Try Out UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker) Bagian 1

Kumpulan Soal Try Out UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker) Bagian 2